Burung Kakatua Lagu Anak Anak Cover Gitar Rock Plus Tablature Arpeggio

burung kakatua cover gitar rock

Halo teman Calon Rocker!
Ini adalah video Burung KakaTua Lagu Anak-Anak Cover Gitar Elektrik Rock. Sesuai dengan judulnya pasti udah tahu kan video ini tentang apa?

Sebelum ke bagian lirik dan akord lagu, gw mengajak lo turut melestarikan channel ini dengan cara berdonasi (gak perlu kartu kredit) ke: https://sociabuzz.com/calonrockerofc/tribe

Lo juga bisa terhubung ke gw melalui Instagram @calonrocker, Twitter @calonrockerofc, dan Facebook calonrocker.

Ini Adalah Lirik dan Akord Lagu Burung Kakatua

C G
Burung kakak tua
G C
Hinggap di jendela
C G
Nenek sudah tua
G C
Giginya tinggal dua

C
Trek-jing… Trek-jing
F
Trek-jing tralala…
G
Trek-jing… Trek-jing
C
Trek-jing tralala…
C
Trek-jing… Trek-jing
F
Trek-jing tralala…
G F C
Burung kakak tua

Silahkan SUBSCRIBE Kalau Video Ini Berguna

Tablature Fill Burung Kakatua

Di video ini gw hanya memainkan melodi utamanya, untuk fillnya bisa dilihat di tablature di bawah ini:

burung kakatua lagu anak anak tablature arpeggio
Fill Arpeggio Untuk Bagian Belakang

Tablature di atas berisi Arpeggio di C, F, dan G yang masing-masing dimainkan sebanyak 2 bar.
Untuk Fill di bagian lain, gw memainkan Legato dan Tapping secara acak.

Fun Fact Lagu Burung Kakatua Lagu Anak-Anak

Pencipta lagu Burung Kakatua yang sebenarnya (menurut sejumlah sumber termasuk wikipedia) adalah R.C Hardjosubroto.

Adapun AT Mahmud bukan menjadi pencipta lagu Burung Kakak Tua melainkan Burung Nuri. Dalam hal ini pula perlu digaris bawahi kalau R.C. Hardjosubroto sendiri adalah penggubah bukan pencipta. (sumber:brainly.co.id)

Sejarah Lagu Burung Kakatua Lagu Anak-Anak, dan Kenapa Melodinya Sama Dengan Topi Saya Bundar

Topi Saya Bundar aslinya adalah lagu Portugis yang dialihbahasakan ke bahasa lain karena seringnya Bangsa Portugis melanglang buana ke seluruh dunia.

Ini menjelaskan kenapa lagu ini populer di seluruh dunia dan dialihbahasakan. Ada versi Bahasa Portugis, Inggris, Perancis, dan Jerman.

Sementara itu, di Indonesia lagu ini dialihbahasakan menjadi dua lagu dengan melodi yang sama, yaitu Burung Kakatua, dan Topi Saya Bundar.

Pertanyaan gw… Apakah lagu ini sepopuler sekarang seandainya pada saat itu sudah ada YouTube dan aturan Copyright lainnya?

Segitu dulu buat sekarang,

Calon Rocker out!